Kalkulator Provinsi Papua 2050

Menuju Provinsi Papua yang mandiri energi


Tersedianya energi yang terbarukan dan ramah lingkungan telah dimandatkan dalam Visi Papua 2100. Namun berdasarkan data statistik PLN 2014, rasio elektrifikasi Papua masih berada pada tingkat 39,51%. Sementara itu, lebih dari 90% sumber energi untuk pembangkit listrik masih menggunakan energi fosil, terutama bahan bakar minyak.

Apa konsekuensinya bila Papua tetap bergantung pada energi fosil yang berasal dari luar? Apa yang terjadi apabila Papua menjadi lebih mandiri energi dengan beralih kepada energi terbarukan yang tersedia berlimpah?

Dengan menggunakan Kalkulator Provinsi Papua 2050 (KPP2050), Anda dapat membuat berbagai skenario dengan memilih jenis-jenis sumber energi yang akan dimanfaatkan untuk Provinsi Papua dan melihat dampaknya terhadap ketersediaan lahan dan emisi gas rumah kaca hingga tahun 2050.

Papua dan Perubahan Iklim

Dunia sepakat untuk menjaga agar temperatur rata-rata global tidak akan melebihi 2 derajat Celcius dibanding ketika masa pra-industri, bahkan berusaha agar tidak melebihi 1,5 derajat.

Mengapa 2 derajat? Karena perubahan lebih dari 2 derajat akan membawa dampak yang genting bagi kehidupan umat manusia. Untuk mencapai target itu artinya dunia harus berhenti menghasilkan gas rumah kaca sebelum tahun 2060, atau menjaga luasan hutan yang cukup untuk menyerap gas rumah kaca yang masih dihasilkan oleh energi fosil.

© WWF-Indonesia

Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

Sementara itu, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030 dari skenario business as usual (BAU) dengan usaha sendiri, atau sebesar 41% dengan bantuan internasional. Emisi gas rumah kaca Papua saat ini masih sangat didominasi oleh sektor tata guna lahan, yaitu mencapai 99%. Menurut data dari Indonesian National Carbon Accounting System (INCAS) yang disusun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di tahun 2015, emisi Papua berbasis lahan tahun 2011 mencapai sekitar 120 juta ton CO₂-eq. Provinsi Papua telah menyusun Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) yang tentunya akan berkontribusi dalam target penurunan emisi nasional. Kegiatan yang masuk ke dalam RAD-GRK Papua diantaranya rehabilitasi lahan, pengembangan energi terbarukan dan pengelolaan sampah.

© WWF-Indonesia

Skenario di dalam KPP2050

Visi Papua di tahun 2100 adalah mewujudkan pembangunan Papua yang ramah lingkungan, alam yang lestari, aman nyaman, dan produktif untuk menjamin kualitas hidup masyarakat dengan memperhatikan kearifan lokal. Salah satu contoh skenario dalam KPP2050 berusaha merepresentasikan Visi Papua 2100, hasilnya adalah pembangunan dengan emisi rendah karbon.

Contoh lain skenario yang ditampilkan adalah representasi Visi Energi Provinsi Papua 2050, yaitu suatu studi yang diinisiasi oleh WWF Indonesia yang menawarkan skenario alternatif penyediaan energi Papua hingga tahun 2050 dengan mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan.

Dengan KPP2050, Anda dapat menciptakan skenario sendiri dengan memainkan berbagai tuas pilihan skenario, mulai dari nilai 1 hingga 4. Anda akan bisa langsung melihat dampak dari pilihan Anda di masa yang akan datang. Kirimkan skenario terbaik Anda kepada kami!


Mulai
© WWF-Indonesia